Berita
05 December 2024, dibaca 134 x
Sumur Pantau Penurunan Tanah (SPPT)
Di banyak tempat telah terbukti bahwa eksploitasi air tanah merupakan faktor dominan penyebab penurunan tanah disamping faktor lainnya sebagai penunjang seperti kompaksi alamiah, beban infrastruktur hingga efek tektonik. Dalam bentuk persentase, faktor eksploitasi air tanah dapat menyumbang 60-80% dari magnitude penurunan tanah. Di tenggarai di Jakarta juga efek eksploitasi berperan besar terhadap penurunan tanah di Jakarta yang menjadi salah satu penyebab bencana Banjir rob.
Setelah kita yakin bahwa eksploitasi air tanah yang menyebabkan penurunan tanah dan Banjir rob, maka upaya pengendalian eksploitasi air tanah menjadi sangat penting. Namun demikian tidak semua orang yakin dan setuju bahwa pengendalian eksploitasi air tanah menjadi Solusi atas penurunan tanah dan Banjir rob. Untuk dapat meyakinkan, maka kita harus membangun Sumur Pantau Penurunan Tanah
Sumur Pantau Penurunan tanah atau nama lainnya yaitu ekstensometer dibangun untuk dapat melihat penurunan tanah di setiap layer akuifer. Dengan demikian jika terdapat penurunan di akuifer tertentu, maka korelasi dengan eksploitasi air tanah menjadi tidak terbantahkan. Ekstensometer dapat dipadukan dengan teknologi GNSS (Global Navigation Satellite System) dan diberi nama GNSS-Extensometer.
Dari hasil penyelidikan geologi diperoleh layering bawah tanah Jakarta dimana 0-40 meter merupakan layer akuifer dangkal atau un-confined aquifer atau akuifer tidak tertekan. Sementara itu di sekitar 50-100 meter merupakan akuifer tertekan 1 atau confined aquifer 1 dan di 100 – 150 meter merupakan akuifer tertekan 2 atau confined aquifer 2. Di bawah 150 meter ditenggarai masih terdapat sumber akuifer tertekan lainnya. Antara akuifer dipisahkan dengan lapisan kedap air Bernama aquitard.
Saat ini di Jakarta sedang dibangun GNSS-Extensometer atau Sumur Pantau Penurunan Tanah (disingkat SPPT) untuk membuktikan korelasi eksploitasi air tanah dengan penurunan tanah atau land subsidence di wilayah Jakarta. Pile di pasang masing-masing di kedalaman 40 meter, 100 meter dan 150 meter. Diharapkan penurunan di layer tertentu dapat dideteksi. Untuk keperluan melihat korelasi secara kuantitatif, juga dibangun sensor Automatic Water Level Recorder (AWLR) untuk melihat water table. Pembangunan SPPT rencananya berjumlah sekitar 10 hingga 20 stasiun.
__ End __
Berita Lainnya
-
Jaga Saluran Air, Bantu Percepat Surutnya Genangan Rob
05 February 2026
-
Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Banjir Rob di Wilayah Pesisir
09 January 2026
-
Banjir Rob Periode 6 – 9 November 2025
16 December 2025
-
Sistem Polder dan Penerapannya di Pesisir Jakarta
05 December 2025
-
Tanggul Mitigasi Banjir Rob Muara Angke
04 December 2025