Berita
10 November 2025, dibaca 58 x
Banjir Rob Periode 6 – 9 November 2025
Berdasarkan hasil pemodelan potensi banjir rob di wilayah pesisir Jakarta, teridentifikasi potensi kejadian banjir rob dengan intensitas tinggi pada 6–9 November 2025. Pemodelan ini menggunakan sejumlah parameter utama, yaitu elevasi pesisir, penurunan tanah (land subsidence), kenaikan muka air laut (sea level rise), serta data pasang surut. Parameter tambahan lainnya meliputi perkiraan gelombang tinggi dan anomali muka air laut (sea level anomaly).
Wilayah yang diperkirakan terjadi banjir rob meliputi Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, kawasan Ancol—terutama di depan Jakarta International Stadium (JIS)—Tanjung Priok, dan Marunda. Di area-area tersebut penurunan tanah masih berlangsung dan sebagian wilayah belum terlindungi oleh tanggul. Pada beberapa titik, seperti di sekitar JIS, meskipun terdapat tanggul tetapi masih ditemukan kebocoran.
Ketika periode di atas tiba, banjir rob terjadi sesuai prediksi. Di Tanjungan, genangan muncul di area tambak dan sekitar rumah pompa; di Muara Angke, banjir masih memasuki kawasan pemukiman dan pelabuhan; sementara Muara Baru dan Sunda Kelapa terdampak di area pelabuhan. Di Ancol, banjir terjadi di sekitar JIS; di Tanjung Priok hanya muncul rembesan kecil; dan di Marunda genangan terjadi di sekitar Rumah Museum Si Pitung serta pesisir pantai. Tinggi genangan bervariasi antara 10–30 sentimeter, dan di beberapa titik mencapai 40 sentimeter.
Kejadian ini menjadi catatan penting dalam upaya mitigasi pesisir Jakarta, khususnya pembangunan tanggul pantai melalui program NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) yang dikoordinasikan oleh Kementerian PUPR bersama Pemerintah Provinsi Jakarta. Beberapa segmen merupakan kewenangan Pemprov, sementara lainnya ditangani oleh pemerintah pusat. Karena belum seluruh segmen rampung, banjir rob masih terjadi di beberapa titik, sehingga percepatan penyelesaian NCICD sangat diperlukan.
Secara historis, sebelum pelaksanaan NCICD, wilayah terdampak banjir rob jauh lebih luas, mencapai sekitar 20 lokasi. Di antara lokasi tersebut adalah Kamal Muara, Kamal Kapuk, Pantai Indah Kapuk, Tanjungan, Muara Angke, Muara Karang, Pantai Mutiara, Pluit, Muara Baru, Sunda Kelapa, Ancol Lodan, Marina, Gunung Sahari, Ancol Rukindo, Sunter, Tanjung Priok, Kali Baru, dan Marunda. Saat ini hanya tersisa sekitar tujuh lokasi yang masih mengalami banjir rob.
Terkait kejadian banjir rob tanggal 6–9 November 2025, Dinas Sumber Daya Air telah mengoperasikan pompa stasioner dan pompa mobile, menurunkan personel lapangan, serta melakukan penyedotan dan pemantauan langsung. Untuk mitigasi jangka panjang, Dinas SDA sedang melakukan pengecekan menyeluruh dan penyiagaan tanggul pesisir serta rumah pompa, melanjutkan pembangunan tanggul pada lokasi-lokasi kritis, serta meneruskan pemantauan rutin.
Dinas SDA mengimbau warga pesisir untuk tetap waspada, menjaga kebersihan saluran air dan memantau informasi terkait banjir rob melalui SINARJI Web (https://sinarji.dsdajakarta.id/), aplikasi SINARJI Mobile, atau website resmi Dinas SDA (https://dsda.jakarta.go.id/).
__ end __
Berita Lainnya
-
Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Banjir Rob di Wilayah Pesisir
09 January 2026
-
Banjir Rob Periode 6 – 9 November 2025
16 December 2025
-
Sistem Polder dan Penerapannya di Pesisir Jakarta
05 December 2025
-
Tanggul Mitigasi Banjir Rob Muara Angke
04 December 2025
-
Potensi Banjir Rob Periode Highest Anomaly Tide 2025
23 November 2025