Berita

05 January 2026, dibaca 2 x

Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Banjir Rob di Wilayah Pesisir

Banjir rob merupakan salah satu persoalan utama yang dihadapi wilayah pesisir Jakarta. Setiap periode pasang air laut tinggi, sejumlah kawasan kerap tergenang. Di beberapa lokasi, genangan dapat bertahan dalam waktu cukup lama akibatnya akses transportasi dan aktivitas masyarakat terganggu.

Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penentu dalam mengurangi dampak banjir rob. Masyarakat diharapkan dapat memahami jadwal potensi pasang tinggi dan mengikuti informasi peringatan dini yang disampaikan melalui berbagai kanal informasi. Dengan mengetahui waktu terjadinya rob, masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi seperti mengamankan barang-barang penting, menempatkan peralatan elektronik di tempat yang lebih tinggi, serta mengatur aktivitas sehari-hari agar tetap aman.

Tidak hanya itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga berperan besar. Sampah yang menumpuk di saluran air dapat memperlambat aliran dan memperluas genangan. Melalui edukasi yang rutin, Dinas SDA mendorong warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga fungsi drainase, dan melaporkan jika terdapat saluran tersumbat atau kerusakan fasilitas pengendali banjir.

Upaya pengendalian juga dilakukan Dinas SDA melalui pemantauan pasang surut secara berkelanjutan. Data tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk menyiapkan langkah teknis, seperti pengoperasian pompa, pemasangan sandbag, hingga koordinasi dengan perangkat wilayah. Saat potensi banjir rob meningkat, tim di lapangan diarahkan untuk melakukan patroli, memberikan peringatan, serta membantu warga yang terdampak.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman banjir rob. Koordinasi yang baik diharapkan dapat mempercepat penanganan ketika genangan terjadi dan meminimalkan kerugian. Dengan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan, wilayah pesisir diharapkan semakin tangguh menghadapi peristiwa banjir rob yang terjadi.