Berita

12 March 2026, dibaca 2 x

Potensi Banjir Rob Pesisir Jakarta Periode April 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air melakukan pemantauan dan analisis prakiraan pasang surut air laut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir rob di wilayah pesisir Jakarta.

Berdasarkan hasil pemodelan yang mempertimbangkan faktor penurunan muka tanah (land subsidence), kenaikan muka air laut (sea level rise), elevasi wilayah pesisir, serta kondisi pasang surut di Teluk Jakarta, diketahui bahwa pesisir Jakarta berpotensi mengalami banjir rob pada bulan April 2026. Pasang laut tertinggi sebesar 1,15 meter dari Low Water Spring (LWS).

Periode pasang tinggi diperkirakan terjadi pada:
17 – 23 April 2026

                          

Pada periode tersebut, tinggi muka air laut diperkirakan mengalami peningkatan hingga mendekati kisaran pasang maksimum, terutama pada waktu malam hingga dini hari. Kondisi ini berpotensi menyebabkan genangan di beberapa wilayah pesisir dengan elevasi rendah, khususnya apabila terjadi bersamaan dengan curah hujan atau meningkatnya aliran air dari wilayah daratan.

Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta terus meningkatkan pemantauan kondisi hidrologi pesisir serta memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur pengendalian banjir sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko banjir rob. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan pasang surut secara berkala, pengoperasian infrastruktur pengendali banjir, serta koordinasi dengan unit terkait di lapangan.

Masyarakat yang berada di wilayah pesisir Jakarta diimbau untuk tetap memperhatikan informasi resmi terkait kondisi pasang surut dan potensi rob yang diperbarui secara berkala melalui SINARJI. Informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat serta mendukung upaya mitigasi risiko genangan akibat pasang air laut.